Selasa, 14 Oktober 2014

Mengapa Ingin Berumah Tangga?

Berumah tangga merupakan fitrah manusia agar seorang muslim atau muslimah dapat memikul amanat tanggung jawabnya yang paling besar dalam dirinya terhadap orang yang paling berhak mendapat pendidikan dan pemeliharaan. Pernikahan tidak cukup dengan ikatan lahir atau batin saja tetapi harus kedua-duanya.
Dalam hal ini saya telah mensurvei 2 orang narasumber yang sudah berkeluarga untuk menanyakan apa alasan mereka ingin berumah tangga. Berikut ini ada beberapa alasan mengapa mereka ingin berumah tangga.
Ada yang mengatakan bahwa mereka ingin berumah tangga itu karena ingin menyempurnakan syariat islam yang wajib hukumnya bagi yang sudah mampu jasmani dan rohaninya atau siap lahir batin, kemudian untuk membentuk keluarga yang bahagia, agar tidak terjebak atau terjerumus dalam perzinaan, tetap terjaganya keturunan manusia, terlaksananya kepemimpinan suami atas istri dalam memberi nafkah dan penjagaan terhadapnya. Ada juga yang mengatakan ingin berumah tangga itu karena ingin mengurangi beban orang tua. Kemudian terjaganya ikatan kekerabatan antara yang satu dengan yang lainnya serta terbentuknya keluarga yang mulia yang penuh kasih sayang, ikatan yang kuat dan tolong-menolong dalam kebenaran.
Kemudian persiapan yang mereka lakukan sebelum berumah tangga yaitu mereka harus memiliki keyakinan, keikhlasan dan kesabaran. Maksud yakin disini yaitu yakin dengan keputusan bahwa mereka benar-benar ingin menikah (berumah tangga), keikhlasan yakni ikhlas menerima resiko apapun setelah berkeluarga nanti, permasalahan apapun yang dihadapi itu semua sudah menjadi tanggung jawab mereka nantinya. Kemudian kesabaran, yakni sabar akan menghadapi masalah yang dihadapi dalam berumah tangga baik dari segi material maupun non material. Kemudian kesiapan mental. Dimana ketika memutuskan untuk menikah, artinya harus siap menerima pasangan hidup, hidup bersama dalam satu atap, juga menjalin relasi baik dengannya. Yang diperlukan dalam kesiapan mental ini yaitu kematangan psikologis agar lebih mudah menjalin komunikasi, menerima keadaan, dan lebih dewasa mengelola konflik atau masalah yang dihadapi dalam rumah tangga nantinya, kesiapan lain adalah soal menerima anggota keluarga baru yang juga harus diperhatikan. Bagian ini cukup sulit dimana kita harus bisa memperlakukan keluarga pasangan sama dengan perlakuan terhadap keluarga kita. Dan harus bisa bersikap bertanggung jawab dalam hal apapun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar